Product Testing
|
Test Bed |
|
| Processor | AMD Ryzen 9 9950X & Epyc 4124P |
| Motherboard | Gigabyte B650E Aorus Tachyon |
| Graphic Card | NVidia GTX 1630 |
| Storage | NVMe 128GB |
| Power Supply | Seasonic Prime PX-1300 Platinum |
| Cooling | Arctic Liquid Freezer II 420 |
| Operating System | Windows 11 & 10 64-bit |
| Benchmark | AIDA64, Handbrake, 7-Zip, V-Ray, Geekbench 3 |
Metode pengujian yang kami gunakan adalah mencoba melakukan benchmark pada kondisi Default (JEDEC) dan load profile EXPO (6000MT/s C30) pada memory kit ini. Untuk pengujian kondisi overclock kami akan mencoba menggunakan Memory Mode 1:1 (clock memory controller berjalan sama dengan memory clock) dan Memory Mode 1:2 (clock memory controller berjalan setengah dari memory clock). Motherboard yang kami gunakan adalah GIGABYTE B650E AORUS TACHYON untuk menguji serta melakukan memory tuning & overclocking. Oh ya, kami juga mengatur Fabric Clock (FCLK) ke angka 2000 MHz serta menggunakan fitur preset PBO dari B650E AORUS TACHYON untuk CPU Ryzen 9 9950X.



AIDA64 Memory Benchmark

Pada benchmark yang terkenal dengan fungsinya sebagai “alat ukur” bandwidth memory ini, terlihat perbedaan signifikan antara kondisi Default (JEDEC) dan kondisi EXPO dalam keadaan aktif, perbedaan bahkan mencapai kisaran 25.000 MB/s pada kondisi Read dan Write.
V-Ray Benchmark

Sedangkan pada benchmark simulasi rendering, EXPO memberikan perbedaan hingga hampir 2000 points dibanding kondisi Default.
Handbrake (4K to 1080p)

Pengujian encode video 4K to 1080p melalui sofware Handbrake juga memberikan perbedaan 8 detik lebih cepat ketika EXPO dalam keadaan aktif.
7-Zip Benchmark

Selanjutnya pada benchmark 7-Zip dilakukan proses Compressing dan Decompressing, lagi-lagi EXPO memberikan benefit ekstra dalam benchmark ini.
