Product Testing
|
Test Bed |
|
| Processor | AMD Ryzen 9 9900X |
| Motherboard | ASUS ROG CROSSHAIR X870E APEX |
| Graphic Card | NVidia GTX 1030 |
| Storage | NVMe 128GB |
| Power Supply | NZXT C1200 |
| Cooling | Arctic Liquid Freezer II 420 |
| Operating System | Windows 11 64-Bit |
| Benchmark | AIDA64, Handbrake, 7-Zip, V-Ray |
Metode pengujian yang kami gunakan adalah mencoba melakukan benchmark pada kondisi Default (JEDEC) dan load profile EXPO (6000MT/s C30) pada memory kit ini. Untuk pengujian kondisi overclock kami akan mencoba menggunakan Memory Mode 1:1 (clock memory controller berjalan sama dengan memory clock) dan memory mode 1:1 pada kecepatan memory 6000 MT/s – 6200 MT/s adalah suatu konfigurasi yang direkomendasikan oleh AMD untuk platform AM5 mereka. Motherboard yang kami gunakan adalah ASUS ROG CROSSHAIR X870E APEX untuk menguji serta melakukan memory tuning & overclocking. Oh ya, kami juga mengatur Fabric Clock (FCLK) ke angka 2000 MHz serta menggunakan fitur preset PBO dari ROG CROSSHAIR X870E APEX untuk CPU Ryzen 9 9900X.



AIDA64 Memory Benchmark

Pada benchmark yang terkenal dengan fungsinya sebagai “alat ukur” bandwidth memory ini, terlihat perbedaan signifikan antara kondisi Default (JEDEC) dan kondisi EXPO dalam keadaan aktif, perbedaan bahkan mencapai kisaran 23.000 MB/s – 26.000 MB/s pada kondisi Read dan Write.
V-Ray Benchmark

Sedangkan pada benchmark simulasi rendering, EXPO memberikan perbedaan hingga lebih dari 1000 points dibanding kondisi Default.
Handbrake (4K to 1080p)

Pengujian encode video 4K to 1080p melalui sofware Handbrake juga memberikan perbedaan 4 detik lebih cepat ketika EXPO dalam keadaan aktif.
7-Zip Benchmark

Selanjutnya pada benchmark 7-Zip dilakukan proses Compressing dan Decompressing file, lagi-lagi EXPO memberikan benefit ekstra dan signifikan dalam benchmark ini dibanding keadaan default.
