Product Testing
|
Test Bed |
|
| Processor | Intel Core Ultra 9 285K |
| Motherboard | ASUS ROG Maximus Z890 Apex |
| Graphic Card | NVidia GT 1030 |
| Storage | NVMe 128GB |
| Power Supply | NZXT C1200 |
| Cooler | ID-Cooling DX360 Max |
| Memory | V-Color Manta 8200 MT/s 48GB Kit |
| Operating System | Windows 11 Pro |
Pada pengujian kali ini, kami menggunakan 3 profile yang tersedia pada BIOS ROG Z890 Apex, yaitu Intel Default Settings – Performance, Intel Default Settings – Intel 200S Boost dan ASUS Advanced OC Profile – XMP I (Tweaked) – MultiCore Enhancement. Sebagai informasi bahwa kedua profil yang disebut diawal merupakan fitur yang memang tersedia pada platform Intel Z890, sedangkan profil “ASUS Advanced OC Profile – XMP I (Tweaked) – MultiCore Enhancement Khusus profile Intel Default Settings – Extreme” merupakan fitur yang ada khusus pada motherboard ASUS.


Pada kondisi Intel Default Settings – Performance, CPU akan berjalan sesuai dengan rekomendasi dari Intel, sedangkan dapat terlihat pada gambar bahwa memory berjalan default sesuai spesifikasi JEDEC. Sedangkan Power Limit CPU (PL1 & PL2) ada di angka 250W/250W.


Merupakan profil terbaru dari Intel untuk platform Z890, profil ini memungkinkan sistem untuk menjalankan memory hingga pada kecepatan DDR5 8000 MT/s (pada kombinasi hardware yang mendukung), terlihat bahwa XMP dari memory yang kami gunakan adalah DDR5 8200 MT/s, dan rupanya Intel sepertinya memang “hanya” menargetkan kecepatan memory DDR5 8000 MT/s agar platform Arrow Lake dapat berjalan dengan lebih optimal. Power Limit CPU (PL1 & PL2) masih pada angka 250W/250W.


Merupakan profile “propetiary” dari ASUS, pada profile ini Power Limit CPU (PL1 & PL2) berada pada angka 4096 Watt, kemudian kecepatan DDR5 mengikuti XMP yang tersedia pada memory kit kami dengan tambahan fine-tuning/tweaks untuk beberapa parameter memory yang dilakukan oleh BIOS. Berbeda dengan Intel Default Setings yang murni merupakan fitur dari Intel, MultiCore Enhancement mengizinkan CPU berjalan pada clock yang merujuk pada “rule” dari BIOS ASUS.
Kami menjalankan beberapa kategori benchmark, seperti simulasi CPU Rendering (Cinebench R23 & V-Ray) , File Compression & Decompression (7-Zip), Productivity (Handbrake & Audacity OpenVINO), serta AIDA64 untuk megukur kinerja memory, berikut hasil pengujian yang dihasilkan oleh ROG Maximus Z890 Apex.
*) CINEBENCH R23 – Multi Core

Pada pengujian simulasi rendering menggunakan software Cinebench R23 Multi Core, tidak tampak perbedaan signifikan antara ketiga metode pengujian, selisih antara skor tertinggi dan terendah hanya di kisaran 300-400 point.
*) V-Ray Benchmark – Vsamples

Pada pengujian simulasi rendering menggunakan software VRay, tampak perbedaan signifikan antara profile Intel Default Setting-Performance dengan kedua profile yang lain, profile yang disediakan oleh ASUS berhasil menjadi yang teratas dengan selisih sekitar 300 poin dibanding progile Intel Default Settings-Performance-Intel 200S Boost.
*) 7-Zip – Total Score

Pada pengujian compressing dan decompressing file, hasil yang dihasilkan oleh profile dari ASUS berhasil unggul meskipun dengan margin yang tipis dibanding profile Intel Default Setting-Intel 200S Boost
*) Handbrake – 4K to 1080p Fast Preset

Pada software encoding video, profile dari ASUS berhasil menyelesaikan proses encode selama 103 detik, dan berhasil unggul atas profile Intel 200S Boost.
*) Audacity OpenVINO – 6.30 Minutes MP3 Track Separation

Kemudian pada software Audacity OpenVINO menggunakan file MP3 dengan durasi 6.30 menit, lagi-lagi profile dari ASUS dapat menyelesaikan Track Separation untuk 4 instrumen alat musik pada detik ke 25.
*) AIDA64 Memory Bandwidth

Pada pengukuran bandwidth, profile dari ASUS tetap menjadi yang terbaik dengan keunggulan yang bisa dibilang cukup tipis dari Intel 200S Boost, ekstra +200MT/s pada frekuensi memory yang dihasilkan dari profile ASUS berhasil mengungguli profile Intel 200S yang berjalan pada frekuensi 8000 MT/s
*) AIDA64 Memory Latency

Sudah menjadi rahasia umum bahwa platform Intel ArrowLake Z890 memiliki latency yang bisa dibilang kurang baik dalam kondisi default, hal ini terlihat pada kondisi Intel Default Setting-Performance yang memiliki latency sebesar 101 nano seconds, latency ini berhasil direduksi ke angka 70-an nano seconds pada kedua profile lainnya.
