Instalasi
Untuk pengujian thermal, kami menggunakan platform AMD AM5 dengan menggunakan CPU Ryzen 9 9950X. Instalasi pada platform AM5 dapat dilakukan cukup mudah, hal yang pertama dilakukan ada melepas kedua bracket plastik AM5 pada motherboard dan kemudian kami hanya perlu untuk memasang bracket AM5 milik Frozn A620 Pro SE seperti gambar berikut. Setelah pemasangan keperluan mounting selesai, user perlu memutar 2 mur yang ada unit heatsink agar dapat terpasang sempurna pada bracketnya. Langkah terakhir adalah memasangkan kedua buah fan dengan menggunakan fan clip. Untuk pemasangan Frozn A620 Pro SE kami tidak menemukan kendala berarti, langkahnya tertera dengan jelas pada manual book yang telah disediakan.



ID-Cooling Frozn A620 Pro SE secara dimensi terhitung wajar untuk sebuah HSF Dual Tower, Frozn A620 PRo SE tercatat memiliki berat 1190 gram (termasuk fan). Hal yang patut menjadi perhatian adalah jika user menggunakan modul memory RAM yang memiliki heatspreader tinggi, user perlu menaikkan sedikit fan pada bagian depan agar modul memory tidak bertabrakan dengan fan. Kami mencoba menggunakan modul memory RAM dari V-Color tepatnya seri Manta XFinity DDR5 yang memiliki tinggi sekitar 43mm dan ternyata fan dapat terpasang dengan sempurna.


Product Testing
|
Test Bed |
|
| Processor | AMD Ryzen 9 9950X |
| Motherboard | ASUS ROG Crosshair X870E Hero |
| Graphic Card | MSI NVidia GT 1030 |
| Storage | NVMe 128GB |
| Power Supply | NZXT C1200 |
| Thermal Paste | KingpinCooling KPx |
| Operating System | Windows 11 Pro 64-bit |
| Benchmark | Cinebench R23 10 Minutes Loop |
Metode pengujian yang kami gunakan pada platform AMD AM5 adalah dengan mengaktifkan PBO (Custom) dengan melepas beberapa variable limit sepert PPT (Package Power Tracking), TDC (Thermal Design Current), EDC (Electrical Design Current). Kami juga melakukan penyesuaian pada Curve Optimizer, Scalar, Boost Clock dan tak lupa kami juga melakukan pengaturan limit suhu CPU di angka 95 derajat Celcius. Kami melakukan uji thermal dalam keadaan menggunakan benchtable dan menjaga suhu ruangan agar berada dalam suhu 25 derajat Celcius. Sedangkan untuk software thermal testing kami menggunakan Cinebench R23 (10 Menit Loop) yang kemudian dilakukan logging menggunakan software HWinfo64.
Open Limit PPT, TDC, EDC. Curve Optimizer -20, Boost Clock +200, Scalar x10, Thermal Limit 95 Deg. Celcius



Selama pengujian thermal dengan menggunakan Cinebench R23 selama 10 menit, Frozn A620 Pro SE berhasil tampil baik dan mampu membuat CPU AMD Ryzen 9 9950X mencapai Maximal Package Power di angka 246 Watt, dengan rata-rata Package Power di angka 235 Watt. Apa yang dicapai oleh Frozn A620 Pro SE dalam pengujian memenuhi ekspektasi kami dari sebuah HSF Dual Tower.

Frozn A620 Pro SE juga sanggup membuat processor AMD Ryzen 9 9950X berlari pada kecepatan rata-rata clock CPU hampir menyentuh 5 GHz, tepatnya ada pada angka 4983 MHz selama 10 menit pengujian thermal, dengan capaian maksimal clock rata-rata di angka 5452 MHz.
Closing Tought
Setelah pengujian usai kami mengerti mengapa ID-Cooling Frozn A620 Pro SE berhasil merebut hati para pecinta air cooler, desain dan performa pendiginan yang oke serta harga yang masuk akal yakni ada pada kisaran Rp. 500 ribuan mampu membuat user mengoptimalkan performa processor AMD Ryzen 9 9950X. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Frozn A620 Pro SE mampu mencatatkan package power di angka 246 Watt dan membuat AMD Ryzen 9 9950X berjalan pada frekuensi rata-rata 4983 MHz saat diberikan beban simulasi render menggunakan software Cinebench R23. Dari sisi build quality/material dari unit HSF sendiri kami rasa cukup baik, build quality yang menonjol ada pada kedua buah fan yang disertakan, material plastik terasa solid baik di sisi frame maupun bilah kipas. Garansi selama 3 (tiga) tahun diberikan oleh BerlianCom selaku distributor resmi ID-Cooling di Indonesia. See you next time!

